Tren dunia fotografi dan audio-visual saat ini mengarah pada penggunaan kamera yang diterbangkan pesawat tak berawak (drone). Dengan drone, kita bisa menghasilkan gambar dan video aerial dengan mudah.
Saat ini, penggunaan drone telah masuk ke dalam industri film porno. Merekam adegan-adegan intim dari udara disebut mampu menghasilkan estetika baru bagi industri yang tumbuh subur di Amerika Serikat ini.
Film panas itu disebut dengan "Drone Boning", menghasilkan gambar pemandangan pegunungan, hutan, dan matahari terbenam. Drone diterbangkan untuk melintas hutan, dan mereka aktivitas seksual, mulai dari heteroseksual sampai homoseksual.
"Ini lebih ke arah 'Earth porn' daripada porno yang sebenarnya," kata pembuat film ini kepada Mirror Tech.
"Kami membuat ini untuk hiburan, dan memulai sebuah diskusi. Kami ingin mengaburkan batas antara seni dan porno. Kami senang dengan kritikan tentang bagaimana ini ditampilkan, atau ini bukanlah hal porno. Poin utamanya adalah kami pembuat film, bukan pornografer," imbuh sumber itu.
Mengingat syuting ini dilakukan di tempat terbuka. Tentu para pembuat film mengalami kendala tersendiri.
"Lokasi syuting adalah tempat yang sangat umum dan kami tidak ingin siapa pun ditangkap, kru dan pemeran," ujar narasumber itu saat membeberkan kendala mereka.
Sejak film itu dirilis, para tim pembuatnya mendapat tawaran berlimpah dari perusahaan alat bantu seks untuk menggarap film dengan drone.
FIT
