Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memerintahkan untuk menghukum mati pejabat tinggi militer Korea Utara lantaran mengubah lirik lagu dalam sebuah sesi karaoke.
Pejabat yang tidak diketahui namanya itu lantas diseret dari rumahnya dan ditembak mati karena dianggap memberontak dengan mengubah isi lagu.
Pejabat itu menganti lagu yang diaransemennya sendiri menjadi 'berkat partai kami' menjadi 'berkat partai Anda' dan 'Benci musuh Anda', mencintai negara Anda,' menjadi'Benci istri Anda, cinta majikan Anda'.
Korea Utara menganggap pejabat tersebut telah melakukan kesalahan dalam kata-kata, selain itu juga telah menurunkan standar moral pemimpin tertinggi. (Dailymail)
ALB
Klik disini untuk lihat lebih banyak
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
12/09/14
Korea Selatan Berencana Naikkan Harga Rokok
Pemerintah Korea Selatan mengusulkan kenaikan harga rokok hingga mencapai 80 persen, Kamis 11 September 2014. Berarti, jika harga sebungkus rokok senilai 2.500 Won atau setara Rp29 ribu menjadi 4.500 Won atau Rp52 ribu.
Dilansir dari stasiun berita Channel News Asia, Kamis, 11 September 2014, usulan tersebut masih perlu mendapat pengesahan dari parlemen. Menurut Menteri Kesehatan, Moon Hyung-pyo, langkah tersebut dianggap perlu, karena jumlah perokok di Negeri Ginseng sudah mulai menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan nasional.
Menurut proposal yang diajukan kemenkes, maka harga baru akan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2015. Dengan adanya kebijakan tersebut, Moon berharap dapat menekan konsumsi rokok hingga 34 persen dan kenaikan pajak tahunan hingga 2,8 triliun Won.
Usai kenaikan harga, Pemerintah Korsel jika mengumumkan semua produsen rokok wajib memasukkan gambar bahaya merokok di bungkus mereka. Selain itu, iklan rokok direncanakan dilarang oleh pemerintah untuk dipasang di toko retail.
"Kami berharap, kebijakan anti-merokok secara komprehansif ini akan memicu pemotongan merokok dan pengeluaran lebih dialihkan ke kesehatan," kata Moon.
Langkah pemerintah ini memang didukung oleh kelompok anti-merokok. Namun, persetujuan parlemen juga tidak menjadi jaminan.
Beberapa politisi dari partai penguasa telah menyuarakan ketakutan mereka, seperti kenaikan harga rokok mungkin bisa memicu kemarahan publik. Sementara, kelompok oposisi sudah menyuarakan penolakan tersebut sejak awal.
"Ini merupakan skema penipuan untuk mengisi kekurangan pendapatan dari sektor pajak. Namun, mereka menguras kantong rakyat kecil," ujar partai Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi dalam sebuah pernyataan.
Jumlah perokok di Korsel tergolong tinggi. Menurut data dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Perkembangan Negeri Ginseng itu memiliki 44 persen perokok pria. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Turki, Yunani, Estonia, dan Jepang.
Negeri tetangga, Jepang, sukses menurunkan tingkat merokok hingga di bawah 20 persen. Padahal, di tahun 1996 silam, jumlah perokok mencapai 49,4 persen. Dari total perokok itu, sebanyak 83,7 persen perokok merupakan pria.
Penurunan itu diketahui paska Pemerintah Jepang menaikan pajak penjualan kali pertama dalam 17 tahun terakhir. Kebijakan itu turut mempengaruhi kenaikan harga rokok, alkohol dan produk konsumsi lainnya. (ita)
Klik disini untuk lihat lebih banyak
Dilansir dari stasiun berita Channel News Asia, Kamis, 11 September 2014, usulan tersebut masih perlu mendapat pengesahan dari parlemen. Menurut Menteri Kesehatan, Moon Hyung-pyo, langkah tersebut dianggap perlu, karena jumlah perokok di Negeri Ginseng sudah mulai menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan nasional.
Menurut proposal yang diajukan kemenkes, maka harga baru akan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2015. Dengan adanya kebijakan tersebut, Moon berharap dapat menekan konsumsi rokok hingga 34 persen dan kenaikan pajak tahunan hingga 2,8 triliun Won.
Usai kenaikan harga, Pemerintah Korsel jika mengumumkan semua produsen rokok wajib memasukkan gambar bahaya merokok di bungkus mereka. Selain itu, iklan rokok direncanakan dilarang oleh pemerintah untuk dipasang di toko retail.
"Kami berharap, kebijakan anti-merokok secara komprehansif ini akan memicu pemotongan merokok dan pengeluaran lebih dialihkan ke kesehatan," kata Moon.
Langkah pemerintah ini memang didukung oleh kelompok anti-merokok. Namun, persetujuan parlemen juga tidak menjadi jaminan.
Beberapa politisi dari partai penguasa telah menyuarakan ketakutan mereka, seperti kenaikan harga rokok mungkin bisa memicu kemarahan publik. Sementara, kelompok oposisi sudah menyuarakan penolakan tersebut sejak awal.
"Ini merupakan skema penipuan untuk mengisi kekurangan pendapatan dari sektor pajak. Namun, mereka menguras kantong rakyat kecil," ujar partai Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi dalam sebuah pernyataan.
Jumlah perokok di Korsel tergolong tinggi. Menurut data dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Perkembangan Negeri Ginseng itu memiliki 44 persen perokok pria. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Turki, Yunani, Estonia, dan Jepang.
Negeri tetangga, Jepang, sukses menurunkan tingkat merokok hingga di bawah 20 persen. Padahal, di tahun 1996 silam, jumlah perokok mencapai 49,4 persen. Dari total perokok itu, sebanyak 83,7 persen perokok merupakan pria.
Penurunan itu diketahui paska Pemerintah Jepang menaikan pajak penjualan kali pertama dalam 17 tahun terakhir. Kebijakan itu turut mempengaruhi kenaikan harga rokok, alkohol dan produk konsumsi lainnya. (ita)
Klik disini untuk lihat lebih banyak
31/03/14
Tren Baju Korea Melanda, Asal Pantas Tak Apa Menirunya
Berbagai hal tentang Korea, tepatnya Korea Selatan, memang sedang booming di banyak negara dengan musik K-Pop (boyband dan girlband), drama Korea, dan makanan serta tak ketinggalan tentu gaya busana dan brand baju Koreanya. Ini tak lepas dari promosi yang gencar dilakukan oleh negara tersebut beberapa tahun belakangan.
Klik tautan ini untuk lihat artikel lainnya
sumber sidominews.com
Tren fashion Korea Selatan banyak diikuti oleh penggemar K-Pop dan drama Korea, karena memang melalui media itu mereka mempromosikan produk fashionnya. Dengan penampilan artisnya yang modis, cantik, putih dan sempurna di layar kaca, otomatis para penggemar akan berbondong-bondong meniru gaya busana para idola tersebut.
Cara memakai baju ala Korea juga mudah diikuti dan tak terlalu banyak perbedaan dengan budaya negara lain, terutama di kawasan Asia. Biasanya baju Korea lebih menonjolkan kemampuan padu padan warna dan model yang sederhana.
Aksesoris yang digunakan juga tak terlalu berlebihan serta pantas dipakai oleh berbagai kalangan. Misalnya aksesoris semacam scarf, topi, jaket, rompi, renda, atau gelang-gelang dan kalung yang sederhana tapi menarik.
Namun justru kemudahan untuk meniru gaya busana serta model baju Korea itu juga yang menyebabkan baju bergaya Korean style menjadi booming di banyak negara. Apalagi kesan yang timbul dari gaya busana Korea adalah dinamis, aktif dan modern.
Di Indonesia sendiri sangat mudah menemukan berbagai produk fashion ala Korea, termasuk kosmetik dan aksesorisnya. Jadi tak heran bila kini Anda kerap menyaksikan remaja atau kaum muda memakai baju Korea dan fashion Korea lainnya di berbagai lokasi.
Yang perlu diperhatikan untuk Anda yang juga berminat memakai baju ala Korea, adalah kepantasannya untuk postur tubuh dan kepribadian Anda. Nah, selamat berdandan ala Korea.
Klik tautan ini untuk lihat artikel lainnya
Klik tautan ini untuk lihat artikel lainnya
sumber sidominews.com
Tren fashion Korea Selatan banyak diikuti oleh penggemar K-Pop dan drama Korea, karena memang melalui media itu mereka mempromosikan produk fashionnya. Dengan penampilan artisnya yang modis, cantik, putih dan sempurna di layar kaca, otomatis para penggemar akan berbondong-bondong meniru gaya busana para idola tersebut.
Cara memakai baju ala Korea juga mudah diikuti dan tak terlalu banyak perbedaan dengan budaya negara lain, terutama di kawasan Asia. Biasanya baju Korea lebih menonjolkan kemampuan padu padan warna dan model yang sederhana.
Aksesoris yang digunakan juga tak terlalu berlebihan serta pantas dipakai oleh berbagai kalangan. Misalnya aksesoris semacam scarf, topi, jaket, rompi, renda, atau gelang-gelang dan kalung yang sederhana tapi menarik.
Namun justru kemudahan untuk meniru gaya busana serta model baju Korea itu juga yang menyebabkan baju bergaya Korean style menjadi booming di banyak negara. Apalagi kesan yang timbul dari gaya busana Korea adalah dinamis, aktif dan modern.
Di Indonesia sendiri sangat mudah menemukan berbagai produk fashion ala Korea, termasuk kosmetik dan aksesorisnya. Jadi tak heran bila kini Anda kerap menyaksikan remaja atau kaum muda memakai baju Korea dan fashion Korea lainnya di berbagai lokasi.
Yang perlu diperhatikan untuk Anda yang juga berminat memakai baju ala Korea, adalah kepantasannya untuk postur tubuh dan kepribadian Anda. Nah, selamat berdandan ala Korea.
Klik tautan ini untuk lihat artikel lainnya
Langganan:
Postingan (Atom)


