Sebagian besar orang kadang terjaga di tengah malam mengkhawatirkan bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Ketakutan itu tentu tidak pernah dialami oleh para orang kaya di dunia. Lalu apa ketakutan orang-orang super kaya itu?
Sebuah studi menemukan bahwa orang super kaya terjaga di malam hari, bukan karena khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan, atau kehilangan uang miliknya. Ada hal yang lebih penting dari itu semua.
Dilansir The Telegraph, Senin 23 Juni 2014, studi tersebut menemukan satu dari tujuh miliarder khawatir kekayaan yang mereka miliki dapat menyebabkan anak-anak mereka menjadi ambisius dan haus kekuasaan.
Survei menunjukkan bahwa semakin kaya seseorang, maka semakin besar ketakutan mereka. Para miliarder juga semakin memperhatikan tingkat kesehatan.
Penelitian yang dilakukan kantor pengacara Withersworldwide, menyimpulkan bahwa para miliarder atau keluarga super kaya yang bisa hidup melalui investasi yang mereka miliki, cemas luar biasa pada potensi perpecahan keluarga karena berebut harta.
Oleh karena itu, banyak orang super kaya yang menanamkan pendidikan iman, tidak hanya pada keluarga, tetapi juga pada usaha bisnisnya. Selain itu, mereka juga memiliki inisiatif untuk berbuat amal, dengan melibatkan keluarga, agar kebersamaan mereka tetap terjaga.
Laporan Withersworldwide bertajuk "The Meaning of Wealth in the 21st Century" tersebut melakukan survei lebih dari 4.500 orang dan mewawancarai secara rinci 16 keluarga miliarder dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara.
Mereka diminta untuk mendiskusikan apa yang mereka lihat dari kekayaan yang mereka miliki.
Lebih dari 3.000 orang diminta untuk mengidentifikasi ketakutan terbesar mereka dari kekayaan yang mereka miliki dan kehidupan keluarganya.
Tanggapan dibagi menjadi mereka dengan kekayaan kurang dari US$10 juta dan dan lebih dari US$10 juta. Sebanyak 37 persen dari kedua kelompok tersebut mengatakan bahwa masalah kesehatan berada di peringkat tertinggi. Perkembangan anak, mereka tempatkan di peringkat kecemasan ke-empat.
Namun, pada kelompok yang lebih kaya dua kali lipat dari kategori tersebut menempatkan masalah kesehatan di peringkat kedua. Pada peringkat pertama, mereka justru mengkhawatirkan perkembangan anak-anak mereka.
Sarah Cormack, seorang partner Withersworldwide yang ahli dalam bidang pajak dan perencanaan perumahan mengatakan, sangat wajar bila para miliarder sangat mengkhawatirkan perkembangan anak.
"Harta yang mereka miliki sangat banyak, sangat mungkin anak-anak mereka dapat hidup tanpa harus bekerja," ujarnya.
Namun, Cormack menjelaskan, jumlah kekayaan yang sangat besar dapat menjadi pemicu terbesar pada timbulnya ketegangan keluarga. (ita)
Klik disini untuk lihat lebih banyak
