Penelitian baru yang dilakukan para pakar dari Ohio State University, terungkap bahwa laki-laki yang gemar selfie ternyata cenderung seorang psikopat. Penelitian itu dilakukan kepada 800 orang di Amerika Serikat dengan rentang usia dari 18 hingga 40 tahun.
Seperti dikutip dari Mirror.co.uk edisi Jumat 9 Januari 2014, Asisten profesor komunikasi Ohio State University, Jesse Fox mengatakan pria yang banyak menghabiskan waktu di media sosial--misalnya memosting gambar di media sosia-- menunjukkan ciri-ciri yang mempunyai penyakit 'Dark Triad' diantaranya narsisme, Machiavellianism, dan psikopat.
Jesse mengatakan, jumlah foto selfie yang diunggah di jejaring sosial memiliki korelasi positif dengan narsisme dan kebiasaan itu punya kcenderungan dengan psikopat. Kata dia, psikopat sering didefinisikan sebagai sifat kurangnya empati dan impulsif.
"Psikopat ditandai dengan sikap impulsif, mereka akan mengambil foto selfie dan segera mengunggahnya di media sosial. Mereka bahkan enggan menghabiskan waktu untuk mengedit. Mereka ingin segera melihat diri mereka sendiri," kata Jesse.
Kata dia, narsisme paling sering dikaitkan dengan kesombongan dan sisi buruk orang tersebut. Hal tersebut bisa disebut dengan cacat psikologis dan merasa dia lebih cerdas, menarik, dan lebih baik daripada yang lain.
Orang yang selalu mengunggah foto di media sosial dengan cara diedit juga menunjukkan bahwa citra buruknya tidak ingin telihat oleh orang lain. Tapi sebenarnya mereka selalu menunjukkan kecemasan pada penampilannya.
Hal seperti itu biasanya dilakukan oleh para perempuan muda yang lebih banyak menggunggah foto mereka di media sosial.
