Salah satu penyelam, Serma Marinir Boflen Sirait tak kuasa menahan haru ketika melihat balon oranye itu mengambang. Tangan yang masih bergetar karena menarik tali dan mengaitkannya ke ekor pesawat seolah terobati.
"Rasanya itu bagaimana ya, terharu sekali melihat floating bag mengembang terus muncul," kata Boflen.
Komandan tim penyelam, Lettu Marinir Huda Prawira sangat bersyukur gelombang laut tinggi dan arus bawah laut yang kencang berhasil diterjang. Hasilnya pun memuaskan, serpihan terbesar AirAsia QZ8501 dan yang terpenting seluruh tim penyelam selamat.
"Alhamdulillah melewati dinamika itu. Sekitar pukul 14.00 ekor pesawat bisa dinaikkan. Alhamdulillah seluruhnya sehat, dukungan kru kapal Crest Onyx kami ucapkan terimakasih," pungkas Lettu Marinir Huda.
Penyelam juga berterimakasih dengan kehadiran Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang rela datang untuk melihat kinerja dan menyemangati mereka. Bahkan panglima memberi apresiasi dengan memberikan kenaikan pangkat luar biasa.
"Kenaikan pangkat itu urusan di Atas (Tuhan-red), yang penting semua selamat," imbuh Huda.
Beberapa penyelam yang kembali naik ke KRI Banda Aceh saling bersalaman dan tos. Ada juga yang setelah apel langsung menuju kantin dan menghangatkan diri dengan mie instan.
"Ni masih bergetar mas tangannya, tadi narik tali," ucap Boflen sembari menyantap mie-nya.
(alg/bar)
