03/12/14

Hanya MetroTV yang Bisa Liput Jokowi, Puluhan Wartawan Semarang Walkout

Hanya MetroTV yang Bisa Liput Jokowi, Puluhan Wartawan Semarang Walkout
 Sejumlah wartawan media elektronik, cetak, dan online merasa kecewa dan melakukan aksi walkout pada peliputan kedatangan Presiden Joko Widodo di Akademi Kepolisian Semarang, Selasa (2/12/2014).

Penyebabnya adalah para wartawan mendapatkan perlakuan tidak adil dan tidak mengenakkan dalam menjalankan tugas peliputan.

Para wartawan yang sudah menunggu kedatangan Presiden sejak pukul 6 pagi tidak diizinkan memasuki ruang pertemuan di dalam gedung. Bahkan, hanya untuk mengambil gambar Presiden pun tidak diperbolehkan.

Jokowi beserta rombongan tiba di Gedung Cendikia Akpol sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah masuk ke dalam Gedung Cendikia, Jokowi lalu menggelar pertemuan tertutup dengan Kepala Kepolisian Daerah dan 451 Kapolres se-Indonesia.

Saat acara berlangsung, sebanyak 50 pewarta yang telah menunggu sejak pagi justru telantar di pelataran halaman tidak diperbolehkan memasuki tempat acara.

Negosiasi dilakukan wartawan dengan petugas. Namun, tidak berhasil. Izin untuk mengambil gambar saja tidak diberikan.

Sementara, para wartawan dari sebuah stasiun TV nasional yaitu MetroTV bebas masuk di area kegiatan. Sehingga para wartawan yang merasa kecewa memilih meninggalkan lokasi peliputan.

"Yang membuat kami walkout karena izin meliput ini pilih kasih. Ada satu media televisi nasional yang dibolehkan meliput, sementara yang lain dilarang," ujar salah satu wartawan foto media nasional.

Saat meninggalkan lokasi acara, puluhan wartawan memilih jalan kaki dari lokasi menuju jalan raya utama yang berjarak sekitar 3 kilometer.

"Ini sebagai rasa solidaritas kami, para buruh media. Seharusnya kami tidak dipersulit. Apalagi dibeda-bedakan dengan media lain," ujar salah satu wartawan asal Semarang. (c01)

Terkini