Jika Cristiano Ronaldo gagal menjadi juara Ballon d’Or 2014 berarti terjadi aib di kalangan voters FIFA. Demikian yang disiratkan oleh rekan satu negara dan satu tim CR7, Fabio Coentrao. Sang bek kiri merasa ada kampanye negatif untuk menjauhkan Ronaldo dari peluang meraih gelar pemain terbaik dunia tahun ini.
Belakangan muncul perdebatan siapa yang paling pantas mendapatkan Ballon d’Or 2014. Jika bicara prestasi individual, Cristiano Ronaldo dinilai berada di atas siapa pun termasuk Lionel Messi. Namun, belakangan muncul propaganda agar salah satu pemain Jerman —juara Piala Dunia 2014– yang mendapatkan gelar tersebut. Propaganda itu di antaranya meluncur dari presiden UEFA, Michel Platini.
Namun bagi Fabio Coentrao, propaganda semacam ini tidaklah adil. Dikatakannya kepada A Bola, “Semua orang tahu bahwa akan menjadi sebuah aib jika Cristiano tidak mendapatkan Ballon d’Or. Penghargaan ini untuk performa individual, bukan tim.”
“Rekor Cristiano di Liga Champions (mencetak 18 gol dalam semusim) adalah catatan luar biasa. Banyak kalangan juga perlu memperhatikan jumlah gol yang dicetaknya musim ini (20 gol hanya di Liga Spanyol saja). Cristiano selalu menampilkan performa luar biasa.”
Menurut Fabio Coentrao, gelar pemain terbaik dunia tahun ini mutlak hanya pantas dimiliki sang rekan sesama pemain Real Madrid. Ia justru mempertanyakan para pengusung ide bahwa pemain Jermanlah yang layak menjadi pesepakbola terbaik sejagat.
“Seperti yang pelatih kami katakan, marilah berbicara Ballon d’Or tahun berikutnya (2015). Tidak ada gunanya berdebat tentang pemain terbaik tahun ini, karena gelar itu hanya milik Cristiano. Tidak sulit mengakui dirinya adalah yang terbaik di dunia.”
“Saya mendengar beberapa orang dengan posisi mereka (di badan sepakbola) seperti berusaha mempengaruhi keputusan voters. Namun sebanyak apapun kampanye yang mereka lalukan (propaganda agar pemain Jerman yang meraih Ballon d’Or), orang-orang tersebut tidak akan bisa mengubah apa yang sudah dilihat seisi dunia (bahwa Cristiano Ronaldo nomor satu),” tambah Fabio Coentrao.
