Sebagai presiden terpilih, Jokowi mengumumkan bocoran susunan kabinetnya dengan Jusuf Kalla pada Senin (15/9) sore hari. Seperti yang sudah diberitakan banyak media sebelumnya, pemerintahan baru tetap mempertahankan jumlah 34 menteri.
Adapun persentase pengisi kursi menteri, akan didominasi oleh profesional, meskipun tipis. Jokowi menyebutkan ada 18 tokoh profesional yang akan mengisi kursi pembantu presiden ini. Beberapa pos yang dipastikan akan diisi oleh orang-orang profesional non partai adalah Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, dan Menteri Pertanian.
Sementara itu, kader partai tetap mengisi kabinet Jokowi-JK. Ada 16 kursi yang akan diberikan kepada partai-partai yang mendukung pasangan ini dalam pemilihan presiden lalu. Berarti, ada peluang bagi PDI-P, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura untuk mencantumkan nama-nama yang hingga kini masih dirahasiakan oleh Jokowi.
Jokowi juga menyatakan, masih akan menggunakan wamen (wakil menteri). Dalam hal ini ia mengungkapkan salah satu kementerian yang memiliki wamen adalah Kementerian Luar Negeri.
Dalam jumpa pers pada Senin (15/9) sore hari, Jokowi diberi pertanyaan mengenai jumlah menterinya yang tetap banyak. Ini di luar harapan kebanyakan orang. Namun, mantan walikota Solo ini menyatkan ada keterkaitan antara jumlah menteri dengan jumlah penduduk di sebuah negara. Dengan Indonesia yang rakyatnya lebih dari 200 juta, menteri yang diperlukan idealnya juga banyak.
Klik disini untuk lihat lebih banyak
