29/08/14

Mengenal Bulimia, Penyakit yang Diderita Tina Toon

Mengenal Bulimia, Penyakit yang Diderita Tina Toon
Pengakuan mantan penyanyi cilik Tina Toon tentang gangguan pola makan yang ia derita hingga mengalami perubahan berat badan drastis mengagetkan banyak orang.

Gangguan makan ini tak bisa disepelekan karena dapat menyebabkan komplikasi medis yang kronis mulai dari dehidrasi, gagal ginjal, gagal jantung hingga gangguan pencernaan.

Bulimia nervosa atau dikenal sebagai bulimia merupakan gangguan makan kronis yang dapat mengancam kelangsungan hidup penderitanya. Penderita bulimia memiliki kebiasaan menyingkirkan kalori berlebih dengan cara yang tidak sehat seperti memuntahkan makanan.

Terdapat dua kategori bulimia yaitu purging bulimia di mana penderitanya secara rutin memuntahkan makanan atau mengonsumsi obat pencahar, diuretik atau enema dengan dosis berlebihan dan non purging bulimia yang penderitanya melakukan pengurangan kalori dalam tubuh dan mencegah naiknya berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat atau olahraga berlebihan.

Seperti dilansir dari situs web kesehatan Medicinenet, tidak ada penyebab spesifik bulimia namun beberapa faktor seperti psikologis dan biologis berperan penting dalam munculnya gangguan makan ini.

Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan makan berisiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, menurut beberapa studi para penderita bulimia umumnya memiliki masalah psikologi dan kesehatan mental yang terganggu seperti memiliki kepercayaan diri yang rendah, terobsesi memiliki postur tubuh yang langsing dan sebagainya.

Dalam hal ini, wanita khususnya remaja antara usia 15 hingga 22 tahun ternyata lebih rentan mengidap gangguan makan ini. Hal tersebut dikarenakan tekanan sosial seperti yang mereka lihat di kalangan teman-teman atau media mengenai bentuk tubuh ideal seorang wanita.

Bulimia sulit disembuhkan karena bukan hanya berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat namun juga mengenai bagaimana seseorang memandang citranya sendiri.

Walau begitu terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk sembuh dari gangguan makan ini misalnya rutin berkonsultasi dengan dokter, terapi ke psikiater hingga pengobatan alternatif seperti akupunktur.


Klik disini untuk lihat lebih banyak 

Terkini