Meski secara terbuka dia sudah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya melalui juru bicaranya Wahyu Wibowo. Namun masalah tak serta merta selesai, masyarakat Jogjakarta sudah terlanjur marah atas tulisan statusnya di Path.
Kecaman dari publik pun bercecaran di Facebook maupun di Twitter yang menilai pernyataan Florence Sihombing mahasiswi S2 Kenotariatan UGM ini sangat merendahkan martabat orang lain.
Setelah dilaporkan oleh LSM Jati Sura ke Polda DIY, kali ini dia juga terancam kena sanksi dari pihak Universitas Gajah Mada tempat dia menempuh studinya.
Dosen Hukum Internasional UGM, Heribertus Jaka Triyana, turut memberi komentar berkaitan dengan status hinaan Florence Sihombing di akun sosmednya.
Dia mengatakan pihak kampus akan memproses temuan terkait hinaan terhadap Yogyakarta yang diposting oleh Florence.
“Sanksi akademik akan dikenakan kepada Anda jika bicara Anda ngawur dan merendahkan harkat dan martabat orang lain dan pihak lain. Tunggu Sdri FS (Florence Sihombing), mahasiswi MKN (Magister Kenotariatan). Temuan akan kami tindak lanjuti.
Menghadapi tekanan dari publik Jogjakarta, mendadak Florence menonaktifkan semua akun sosmednya, twitter, FB dan Path.
Sebagaimana dikabarkan Florence mendapat bully verbal dari masyarakat luas terkait hinaannya terhadap masyarakat Jogjakarta di akun sosmednya.
Masalah bermula dari kekesalan mahasiswa S2 UGM ini terhadap pelayanan petugas di sebuah SPBU yang menolak mengisi bensin di tanki skutiknya di jalur Pertamax 95 dan menyuruh kembali ke antrian premium.
“Orang Jogja B******. Kakak mau beli Pertamax 95 mentang-mentang pake motor harus antri di jalur mobil terus enggak dilayani. Malah disuruh antri di jalur motor yang stuck panjangnya gak ketulungan. Diskriminasi. Emangnya aku gak bisa bayar apa. Huh. KZL,”
Pada status yang lain di Path dia juga menulis status yang mendiskriditkan Jogjakarta :
“Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,”
Namun selang beberapa saat kemudian dia mengakui kesalahan dan secara terbuka dia meminta maaf kepada masyarakat Jogjakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan UGM. Permintaan maafnya dia publikasikan melalui akun sosmednya.
Klik disini untuk lihat lebih banyak
