Merek (brand) asal Amerika Serikat (AS) dan Eropa terpengaruh gejolak yang terjadi di Rusia. Penjualan brand-brand ini mengalami penurunan di Rusia.
Pasalnya, brand ini harus menutup cabangnya di Rusia akibat konflik yang terjadi antara Rusia-Ukraina. Harga jual dari produk sejumlah brand juga mengalami penurunan sejak awal tahun.
Di mana seiring dengan sanksi yang dikenakan kepada Rusia oleh negara barat, Rusia pun membalasnya.
Meningginya tensi perang dingin dan sanksi yang dikenakan kepada perusahaan-perusahaan tersebut sangat erat kaitannya dengan lengkah Presiden Rusia Vladimir Putin akibat krisis geopolitik yang terjadi.
Berikut ini 10 brand asal bBarat yang terkena dampak krisis geopolitik Rusia, seperti dilansir dari CNN, Rabu (27/8/2014).
1. McDonalds
Rusia telah menutup jaringan restoran asal AS ini. Pekan ini, restoran McDonalds di Moscow resmi. Sementara itu, jaringan restoran ritel lainnya, Wendys, telah keluar dari Rusia.
2. Coca Cola
Penjualan minuman bersoda ini turun 5 persen di Rusia, Ukraina dan Belarus.
3. Carlsberg
Kinerja keuangan perusahaan produsen bir ini diproyeksi akan mengalami pelemahan pada tahun ini. Perseroan memperkirakan penjualan bir di Rusia akan turun sebesar 7 persen selama periode sembilan bulan pertama di 2014. Carlberg adalah bir paling populer di Rusia. Saham Carlberg telah turun 15 persen sejak awal tahun.
4. Adidas
Juli lalu, produsen alat olahraga asal Jerma n ini mengumumkan menutup tokonya di Jerman, dan membatalkan rencana ekspansi di Rusia. Tahun ini, Adidas memproyeksi kinerja keuangannya turun sekira 20-30 persen karena konflik di Rusia. Sahamnya sendiri turun 37 persen sejak awal tahun.
5. Volkswagen
Produsen mobil asal Jerman ini mencatatkan penurunan penjualan sebesar 8 persen di Rusia akibat meningginya tensi politik yang terjadi di semester I-2014. Perusahaan menyatakan jika kinerja industri automotif Rusia turun sampai 25 persen pada Juli lalu. Saham Volkswagen sendiri turun 13 persen sejak awal tahun.
6. Ford
Anjloknya nilai mata uang Rusia, rubel, dan turunnya penjualan di Rusia membuat labanya tertekan.
7. Renault
Produsen mobil asal Prancis ini memperingatkan investor akan perlambatane ekonomi yang terjadi di Rusia dan negara berkembang lainnya. Penjualan Renoult masuk tiga besar di Rusia.
8. BP
Perusahaan minyak asal Inggris ini merupakan pemegang saham mayoritas di Rosneft, produsen minyak terbesar di Rusia. BP memperingatkan jika anak usahanya tersebut kemungkinan akan berhenti beroperasi akibat sanksi dari AS. Investor juga khawatir akan langkah perusahaan minyak lainnya, seperti Total dan Exxon Mobil.
9. Sociate Generale
Profit bank asal Prancis ini turun 36 persen pada kuartal kedua di Rusia.
10. Danone
Perusahaan makanan multinasional asal Prancis ini tertekan pelemahan mata uang ruble, akibatnya dia harus menaikan harga jual. Hal ini yang membuat inflasi di Rusia menjadi tinggi. (mrt)
Klik disini untuk lihat lebih banyak
